PERATURAN SEKOLAH

Sebuah peraturan bertujuan untuk mengatur sebuah organisasi. Banyak orang beranggapan bagaimana seharusnya peraturan itu dibuat dan bagaimana isi dari peraturan tersebut. Kita ambil contoh sebuah peraturan disekolah. Setiap sekolah memiliki aturannya sendiri dan mereka yang membuatnya sendiri.

Contohnya sekolah di kota Kyoto yaitu SMA Suzaku, mereka tidak mengharuskan siswanya memakai seragam tapi ada aksesoris yang tidak boleh dipakai saat ke sekolah. Bagi mereka tidak begitu bermasalah tetapi ada sekolah lain yang mempermasalahkan hal-hal semacam itu. Terkadang ada peraturan-peraturan yang dianggap siswa tidak penting tapi bagi sekolah penting.

Salah satu peraturan yang dianggap tidak penting bagi siswa di SMA Suzaku adalah : rambut tidak boleh di-pam, di-punk, atau bergaya rambut Don king atau gaya rambut yang aneh. Wanita tidak boleh mengenakan sepatu berhak atau sepatu yang berbunyi ketika dipakai berjalan.  Laki-laki tidak boleh memakai anting. HP tidak boleh dinyalakan ketika belajar.

Bagi mereka peraturan itu aneh dan tidak perlu dilakukan tetapi setelah kepala sekolah tersebut menjelaskan dan berbicara dengan anak-anak yang menentangnya mereka mulai mengerti fungsi dari sebuah peraturan. Peraturan dibuat untuk tidak mengganggu orang lain tetapi disisi lain sekolah juga ingin menerapkan sebuah kebebasan dan kesopanan Jepang yang tidak mudah untuk disatukan.

Anak-anak yang cenderung menentang peraturan mereka lebih mencari sisi negative dati sebuah peraturan. Yang mereka pikirkan adalah kebebasan yang tidak memiliki aturan yang menurut mereka itu baik tetapi belum tentu pandangan orang sama dengan pandangannya. Mereka lebih mementingkan style daripada apa isi otaknya.

Peraturan sekolah dibuat untuk menertibakan dan mengatur sekolah tapi bagi sebagian siswa peraturan sekolah tidak penting karena merugikan mereka dan membuat mereka tidak bisa berkreasi. Padahal tujuan peraturan dibuat agar mereka tetap bisa berkreasi tetapi dengan memiliki aturan dan memiliki nilai-nilai yang mendidik sesuai dengan predikat sebagai siswa sekolah.

Menurut salah seorang siswa yang sekolahnya di Jepara ia merasa bangga dengan sekolahnya yang dikenal dengan peraturan yang ketat, tetapi ia tetap menyikapi peraturan yang mengatur masalah rambut. Ia selalu mecari tahu kenapa rambut tidak boleh dipanjangkan. Apa msalahnya? Apa dampaknya? Ia selalu mencari jawaban akan semua pertanyaan yang ditanyakan semua siswa.

Siswa yang berpendidikan selalu berpikir dari segala macam kemungkinan, ia tidak terpatok hanya dari pandangannya. Ia selalu melihat apa yang baik dan apa yang harus dipertanyakan. Tetapi bagi mereka yang tidak menganggap peraturan sebagai tembok bagi mereka, mereka selalu mencari cara untuk berkarya bukan hanya menjadi pasif karena dengan peraturan tersebut kita dapat berkarya dengan memiliki aturan.

Peraturan sekolah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswanya merasa ditekan karena peraturan yang ketat. Seharusnya peraturan sekolah bisa dibuat dengan meyesuaikan kebutuhan siswanya bukan untuk menekan siswanya. Sekolah merupakan sebuah sarana untuk membentuk kepribadian seorang anak, maka dari itu sekolah harus dapat membimbing siswanya dalam pembentukan kepribadian. Sehingga sekolah harus membentuk sebuah sikap yang baik dan itu hanya bisa tercipta dengan suasana sekolah yang baik dan membudayakan kebebasan yang bertanggung jawab.

http://murniramli.wordpress.com/2007/12/27/peraturan-sekolah-harus-masuk-akal/

http://re-searchengines.com/dariyanto.html

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=2384



Tinggalkan komentar

Filed under PIKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s